1.500 Mahasiswa Baru Unimal Terima Beasiswa Bidikmisi

ACEH UTARA – Universitas Malikussaleh (Unimal) menerima 1.500 beasiswa Bidikmisi untuk mahasiswa baru di kampus tersebut tahun ini.

Kepastian itu diperoleh setelah Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ristek Dikti) Prof Intan Ahmad mengirimkan surat tambahan kuota Bidikmisi kepada Rektor Unimal, Prof Apridar, yang diterima, Senin (31/10/2016).

Kementerian Ristek Dikti awal Agustus lalu memberikan kuota sebanyak 500 mahasiswa baru penerima Bidikmisi pada Unimal.

“Menurut prediksi kami jumlah mahasiwa yang kurang mampu dari sisi ekonomi namun memiliki kemampuan akademik tinggi banyak sehingga kami mengajukan tambahan kuota. Alhamdulillah Kemristekdikti menyetujui tambahan 100 persen sehingga kuota saat itu menjadi 1.000 mahasiswa,” ungkap Prof Apridar.

Setelah semua jalur penerimaan mahasiswa selesai (SNMPTN dan SBMPTN), jumlah mahasiswa yang lulus kategori bidikmisi 1.500 orang. Rektor Unimal Prof Apridar melakukan pertemuan khusus lagi dengan Menristekdikti serta Dirjen Belmawa dalam rangka penambahan kuota bidikmisi.

“Alhamdulillah dengan izin Allah tentu dan doa para calon mahasiswa miskin pihak kementerian meluluskan tambahan kuota untuk Unimal menjadi 200 persen dari kuota awal. Jadi total tahun ini kita terima beasiswa itu untuk 1.500 orang,” sebut Prof Apridar.

Dia menyebutkan, permohonan beasiswa Bidikmisi itu penting untuk memastikan mahasiswa tidak terkendala biaya pendidikan selama proses belajar mengajar di kampus.

“Sehingga, mahasiswa bisa fokus belajar, kreatif dan berprestasi di bidangnya masing-masing,” ujarnya.

Selain itu, sambung Prof Apridar, pihaknya terus mengajak pemerintah daerah di Indonesia untuk mengalokasikan beasiswa dalam APBD masing-masing, khusus bagi mahasiswa asal daerah tersebut yang kuliah di Unimal. Sehingga, biaya bukan menjadi kendala utama lagi dalam mengeyam pendidikan tinggi.

“Sesuai aturan, beasiswa bidikmisi itu disalurkan oleh Kementeristek Dikti langsung ke rekening mahasiswa. Pola ini bisa dicontoh oleh pemerintah kabupaten/kota untuk mahasiswa asal daerahnya. Jadi, tidak ada bersinggungan dengan kampus. Kita hanya berikan nama-nama penerima saja ke lembaga pemberi beasiswa,” terangnya.

Ditambahkan, pihaknya juga mengajak BUMN dan BUMD di Aceh menyalurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan dalam bentuk beasiswa.

“Pada akhirnya, SDM Aceh semuanya bisa mengeyam pendidikan tinggi, berkompetensi dan mampu bersaing di pasar kerja global yang sangat kompetitif dewasa ini,” terangnya.

Selain itu, dia meminta mahasiswa penerima bidikmisi untuk terus belajar dan meningkatkan prestasi. Sehingga, tidak mengecewakan negara sebagai pemberi beasiswa.

“Kami harap penerima bidikmisi fokus belajar dan berprestasi. Dengan itu, mereka bisa membanggakan Aceh dan Indonesia,” pungkasnya.

Sumber: humas.unimal.ac.id

Post comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Career Development Center Universitas Malikussaleh © 2017