Aceh Perlu Segera Mendirikan Technopark

Untuk mengatasi pengangguran yang terus meningkat di Aceh dan upaya peningkatan daya saing daerah serta untuk mendorong tumbuhnya budaya inovasi di Aceh, Pemerintah Aceh perlu segera mendirikan sebuah technopark, dengan nama Aceh Technopark misalnya. Aceh Technopark yang didirikan nantinya merupakan kawasan terpadu yang berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

Aceh Technopark diharapkan menjadi pusat vokasi dan inovasi teknologi, serta pusat riset teknologi terapan di Aceh, yang dibangun dengan suatu kerjasama yang baik antara perguruan tinggi, dunia usaha, dan pemerintah yang terintegrasi. Selain perlu juga melibatkan berbagai media dan komunitas masyarakat. Pada tahap awal program Aceh Technopark meliputi Pelatihan dan Pendidikan, Konsultasi, serta Produksi dan Pemasaran. Ide tersebut disampaikan Dr Ibrahim Qamarius dalam Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Industri Kreatif dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Aceh (RKPA) Tahun 2019, yang dilaksanakan Bappeda Aceh, Senin (2/4/2018).

FGD Pengembangan Industri Kreatif dalam RKPA dan Renja SKPA Tahun 2018. Banda Aceh 2 April 2018.

Focus Group Discussion Pengembangan Industri Kreatif dalam RKPA dan Renja SKPA Tahun 2018. Banda Aceh 2 April 2018. (Foto : Dokumentasi CDC Unimal)

Ide pendirian Technopark tersebut didukung oleh Kepala UPT Kewirausahaan Unsyiah, Dr Hanafi dan peserta FGD lainnya. Semua sepakat agar Pemerintah Aceh perlu mendorong pendirian technopark, sebagai implementasi dari program Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang berencana menggagas pembangunan 100 technopark di seluruh Indonesia.

Dalam FGD tersebut juga berkembang berbagai ide dan masukan dari peserta yang hadir, seperti perlunya pemetaan secara konkrit industri kreatif, kerjasama lintas sektoral, evaluasi terhadap berbagai kendala yang terjadi sebelumnya, dll.

Rektor Universitas Malikussaleh, Prof Apridar yang juga hadir dalam FGD tersebut menyampaikan terima kasih dan memberikan apresiasi yang mendalam atas pelibatan perguruan tinggi dalam FGD Pengembangan Industri Kreatif dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Aceh (RKPA) Tahun 2019, semoga kerjasama berbagai pihak tersebut dapat memberikan hasil yang maksimal dalam Pengembangan Industri Kreatif di Aceh.

Adapun peserta FGD yang diundang oleh Bappeda Aceh antara lain Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Aceh, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh, Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Aceh, Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Aceh, UPT Kewirausahaan Unsyiah, Inkubator Bisnis Unimal, Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Aceh dan 10 Pelaku Industri Kreatif.

Post comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Career Development Center Universitas Malikussaleh © 2017