Pemerintah Aceh Harus Serius Memanfaatkan Saham KEK Arun

Lhokseumawe – Pembina Inkubator Bisnis Universitas Malikussaleh, Ibrahim Qamarius meminta Pemerintah Aceh harus serius memanfaatkan saham 46 persen yang telah disetujui Presiden di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe.

Salah satu yang harus dipikirkan Pemerintah Aceh dalam memanfaatkan alokasi saham 46 persen di KEK Arun adalah ikut serta dalam penyertaan modal.

Hal tersebut perlu dilakukan agar di KEK Arun tidak terulang seperti kasus pemanfaatan saham pada Perta Arun Gas (PAG), yang hingga saat ini Pemerintah Aceh belum melakukan penyetoran modal.

Penyertaan modal di KEK Arun bisa berbentuk bantuan Pemerintah Pusat, alokasi khusus dari APBA/APBK atau bermitra dengan investor, sebutnya.

Harus diingat, lanjut Ibrahim, alokasi khusus dari APBA/APBK akan mengurangi pos-pos anggaran lainnya, tetapi karena ini proyek strategis nasional yang akan memberikan multiplier effect, Pemerintah Aceh perlu mempertimbangkan dari pos yang tidak banyak manfaatnya untuk rakyat.

.

Baca juga: Aceh Dapat 46% Saham di KEK Arun

.

Dalam hal penyertaan modal untuk memanfaatkan alokasi saham 46% yang diberikan Pemerintah Pusat. Pemerintah Aceh harus benar-benar seirus, karena KEK Arun akan sangat bermanfaat. Seperti terciptanya lapangan kerja baru di Aceh, yang diperkirakan mencapai bisa menampung antara 30 ribu hingga 40 ribu orang. Baik tenaga skill maupun non-skill.

“Hal ini tentunya akan dapat menurunkan angka pengangguran dan kemiskinan, karena kesejahteraan masyarakat meningkatkan. Selain itu akan tumbuh berbagai peluang usaha baru diberbagai sektor, seperti perdagangan, transportasi, kuliner dan berbagai usaha lainnya,”paparnya.

Potensi devisa ekspor dari produk migas, petrokimia, dan agroindustri juga akan meningkat. Aceh akan menjadi salah satu leading dalam industri migas, petrokimia, agroindustri, pelabuhan dan logistik di Indonesia.

Dengan adanya kemitraan antara BUMN dan BUMD Aceh untuk menggali potensi sumber daya alam dalam rangka pengembangan industri migas, petrokimia, infrastruktur pelabuhan, dan agroindustri, maka akan terjadi multiplier effect dalam bidang ekonomi dan bisnis Aceh. Sehingga akan memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan perekonomian Aceh di masa yang akan datang, pungkasnya. [BIM]

.

.

Sumber : LayarBerita

Post comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Career Development Center Universitas Malikussaleh © 2017